Cerita Mistis Gubuk Gedhe, Nekat Berbuat Asusila Muda - mudi Tak Bisa Lepas

Cerita Mistis Gubuk Gedhe, Nekat Berbuat Asusila Muda - mudi Tak Bisa Lepas

Oleh : r2
11 Desember 2019 11:13
gunungkidul.sorot.co

Gedangsari,(gunungkidul.sorot.co)--Gubug Gedhe yang terletak di Padukuhan Karanganyar, Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari, hingga kini masih digunakan sebagai tempat sakral untuk upacara adat bersih desa atau yang akrab disebut rasulan. Warga setempat tidak menggunakannya untuk kepentingan yang lain, selain digunakan sebagai tempat pelaksanaan upacara adat.

Sebelum dilaksanakan upacara adat di Gubug Gedhe, biasanya dilakukan sadranan terlebih dahulu di Gunung Gentong yang diyakini sebagai tempat pertapaan Prabu Brawijaya saat dikejar oleh Raden Fatah, anaknya.

Konon sejak ratusan tahun silam, setiap satu tahun sekali warga selalu melaksanakan upacara adat dengan dibina patih dan prajurit Prabu Brawijaya. Patih dan prajurit tersbut menjadi cikal bakal adat istiadat di Desa Ngalang. Maka, setiap setahun sekali harus diadakan bersih desa atau rasulan.

Acaranya rasulan di Desa Ngalang meliputi sesaji hasil panen, arak gunungan palawija, pertunjukan tayub atau ledhek, gelar budaya, dan upacara serta kirab budaya.

Nama Gubug Gedhe sendiri merupakan sebutan dari nenek moyang di Desa Ngalang. Gubug sendiri berarti rumah yang terbuat dari kerangka bambu yang atapnya terbuat dari anyaman daun kelapa.

Setiap satu tahun pada saat rasulan, masyarakat dari 14 pedukuhan berbondong-bondong membuat kerangka gubug yang berukuran besar atau gedhe. Rasul di Desa Ngalang sendiri jatuh pada setiap hari Senin Pahing atau Minggu Pahing. Namun, selapan hari atau setelah 36 hari setelah upacara adat rasulan, gubug yang dibuat oleh warga harus dibongkar.

Menurut sejarah, dahulu ada sepasang pemuda-pemudi yang melakukan tindakan asusila di gubug yang sudah dibuat masyarakat dan tidak bisa untuk dilepaskan. Sehingga, hal tersebut menjadi pembelajaran dan sudah turun-temurun dari nenek moyang untuk harus dibongkar.

"Ya pernah kejadian pada tahun 1981, sepasang anak muda yang main kesitu dan melakukan tindakan tidak senonoh dan akhirnya memang tidak bisa lepas, harus menggunakan ritual khusus diseblaki (dipukul) pakai sapu gerang," ujar Jumali, selaku juru kunci sekaligus dukuh, Rabu (11/12/2019).

Ritual upacara adat di Desa Ngalang selalu dilakukan secara sakral. Hal itu juga erat kaitannya dengan hal mistis. Bahkan pernah terjadi pula kejadian gamelan pengiring ludruk tidak berbunyi ketika dipukul. 

Sekarang selain dipakai untuk tempat upacara adat rasulan, Gubug Gedhe juga digunakan sebagai bumi perkemahan,” kata Jumali. (nur)

Mau Jago IT?

Create Account



Log In Your Account