Plembutan Dan Baleharjo Jadi Percontohan Desa Responsif Gender

Plembutan Dan Baleharjo Jadi Percontohan Desa Responsif Gender

Oleh : gunungkidulpost
21 November 2019 06:44
gunungkidulpost.com

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Dua desa di Gunungkidul layak menjadi percontohan desa responsif gender. Kedua desa ini masing-masing Desa Plembutan, Kecamatan Playen dan Desa Baleharjo di Kecamatan Wonosari.

Program Pengarusutamaan Gender di Gunungkidul akan terus dikembangkan. Selain rencana membuat regulasi berupa perda di tahun depan, dalam implementasi ada dua desa yang layak menjadi percontohan desa responsif gender.

“Pengarusutamaan gender merupakan program yang harus dilakukan. Adapun cakupannya tidak hanya dalam cakupan pemerintahan daerah, namun juga menyasar ke lingkup desa,” kata Direktur Program Institute for Development Economic Analysis (IDEA), Tri Wahyuni Suci Wulandari, Rabu (20/11/2019).

Menurut dia hingga saat ini ada dua desa yang layak menjadi desa responsif gender. Untuk Desa Plembutan sudah memiliki berbagai fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh para lansia maupun penyandang disabilitas.

Selain itu, dalam program pembangunan juga diperkuat dengan peraturan desa yang memberikan wadah kelompok rentan untuk berpartisipasi.

Sedangkan untuk Desa Baleharjo, kata Suci, partisipasi perempuan dalam bidang pemerintahan sudah tinggi karena hampir separuh perangkat desa merupakan perempuan. Selain itu, sejak 2018 di Baleharjo sudah membentuk Gender Focal Point dengan tujuan untuk mengawal program pembangunan yang responsif gender.

“Dua desa inilah yang bisa menjadi model desa yang responsif gender di Gunungkidul,” ungkap Suci.

Dia menjelaskan di dalam program pengarusutamaan gender ada beberapa poin penting di antaranya komitmen pemerintah desa dalam program responsif gender. Hal ini bisa dilihat dengan melibatkan peran dan partisipasi kelompok rentan dalam perencanaan pembangunan.

“Desa juga harus menyediakan berbagai fasilitas untuk memenuhi hak masyarakat tanpa melihat status maupun jenis kelamin,” paparnya.

Dia berharap dalam pengembangan program ini ada partisipasi dari Pemkab untuk mendorong desa-desa dalam mengembangkan desa responsif gender.

“Kami sudah berdialog dengan Bupati. Mudah-mudahan Pemkab bisa memberikan pendampingan dalam implementasinya,” tutupnya. (Falentina)

Mau Jago IT?

Create Account



Log In Your Account