Realisasi Honor GTT Setara UMK Masih Sulit

Realisasi Honor GTT Setara UMK Masih Sulit

Oleh : gunungkidulpost
23 Oktober 2019 07:20
gunungkidulpost.com

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul memastikan sulit merealisasikan wacana dari Pemerintah Pusat untuk mengaji guru honorer setara dengan upah minimum kabupaten (UMK).

Hal itu, tidak lepas dari kemapuan anggaran yang dimiliki Pemkab yang sangat terbatas.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rasyid mengatakan pihaknya telah mengevaluasi tentang kesejahteraan Honorer di Gunungkidul. Akan tetapi, anggaran daerah yang terbatas membuat sulitnya merealisasi honor GTT setara dengan UMK.

“Kalau dibebankan ke daerah jelas berat karena anggaran yang terbatas. Beda ceritanya kalau Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran khusus untuk honorer, maka kebijakan tersebut bisa direalisasikan,” kata Bahron kepada wartawan, Selasa (22/10/2019) kemarin.

Menurut dia, kesejahteraan guru honorer maupun pegawai tidak tetap dan guru tidak tetap masih menjadi persoalan tersendiri. Meski demikian, tak berarti Pemkab tinggal diam karena upaya memperbaiki kesejahteraan guru non-PNS terus dilakukan.
Sebagai gambaran, Pemkab berusaha memberikan insentif untuk peningkatan kesejahteraan. Untuk tahun ini ada 776 guru honorer yang mendapatkan insentif Rp700.000 hingga Rp800.000 per bulan.

“Belum menyasar ke seluruh pegawai honorer, tetapi kami terus berusaha,” ucapnya.

Dia menjelaskan pemberian insentif kepada guru honorer yang mendapatkan SK melalui perjuangan panjang karena harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

“Harus melalui kajian yang panjang sehingga kebijakan ini tidak menjadi beban. Kalau dengan UMK masih sulit,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Honorer Sekolah Negeri (FHSN) Gunungkidul, Aris Wijayanto, mengakui sudah ada upaya peningkatan kesejahteraan yang dilakukan Pemkab melalui pemberian insentif. Meski demikian, jumlah yang diberikan masih jauh di bawah UMK yang berlaku saat ini.

Dia berharap kesejahteraan guru non-PNS bisa ditingkatkan.

“Dengan adanya SK maka guru honorer mendapatkan insentif Rp700.000 per bulan. Akan tetapi kami selalu berharap honor setara dengan UMK,” ungkapnya. (Red)

Mau Jago IT?

Create Account



Log In Your Account