Walkot Hendi Sebut Smart City Jawab 2 Tantangan Besar Kota Semarang

Walkot Hendi Sebut Smart City Jawab 2 Tantangan Besar Kota Semarang

Oleh : Alfi Kholisdinuka - detikNews
09 Oktober 2019 19:23
news.detik.com

Jakarta - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Semarang mengalami kenaikan yang signifikan setiap tahunnya. Namun, kenaikan tersebut tidak sebesar kota-kota besar lainnya. Padahal ada dua tantangan besar yang harus dilaluinya untuk pengembangan Kota Semarang.

"Di sisi lain dengan tanggung jawab yang semakin besar, jumlah PNS dalam beberapa tahun terakhir juga terus berkurang. Ini jadi dua tantangan besar pengembangan Kota Semarang dulu," ujar Hendi sapaan akrabnya dalam keterangan tertulis Rabu (9/10/2019).

"Untuk itu mulai tahun 2013 kita mulai membangun Semarang Smart City, supaya PNS kerjanya dapat lebih efektif dan efisien, serta masyarakat bisa ikut terlibat," imbuhnya.


Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam kegiatan The 2nd International Conference on Smart City Innovation (ICSCI) 2019 yang diselenggarakan di Gedung ITC Universitas Diponegoro.

Dalam paparannya, Hendi mengemukakan Semarang Smart City menjadi jawaban atas dua tantangan besar pengembangan Kota Semarang dulu. Menurutnya melalui konsep Smart City, seluruh pekerjaan di Pemkot Semarang terhubung dalam sebuah sistem, sehingga rantai birokrasi yang lama bisa dipercepat bahkan dipangkas.

"Tak hanya itu, kami juga tak lagi membangun berdasarkan asumsi, tetapi dengan data untuk tepat sasaran. Sehingga masalah yang ada dapat langsung ditangani, tidak berulang pekerjaannya," jelasnya.

Dia menuturkan di tahun 2011 hampir separuh wilayah Kota Semarang jalannya rusak dan rawan banjir. Hal itu mengakibatkan investasi yang masuk ke Kota Semarang kurang dari Rp 1 triliun. Kondisi buruk itulah yang kemudian membuat tren laju pertumbuhan ekonomi Kota Semarang cenderung rendah.

"Alhamdulillah saat ini dengan pola kerja yang lebih baik, pertumbuhan ekonomi meningkat 6,52%, pertumbuhan investasi meningkat menjadi Rp 27,5 triliun, penurunan angka kemiskinan yang dibarengi dengan penurunan luas wilayah kumuh, penurunan wilayah rawan banjir juga sejalan dengan peningkatan kondisi jalan baik," ungkapnya.

"Kesejahteraan masyarakat juga meningkat jika menilik index pembangunan manusia di Kota Semarang yang semula 77,52 meningkat menjadi 82,72," tambahnya.


Hendi menekankan jika hal tersebut menjadi bukti nyata implementasi smart city berupa sistem perencanaan, sistem pembangunan, sistem pelayanan, dan sistem pelaporan. Hal itu akan membuahkan hasil yang baik bagi pembangunan di Kota Semarang.

"Contohnya dengan pemanfaatan call center dan sistem Lapor yang mempermudah pelaporan kondisi di lapangan agar segera ditindaklanjuti. Pemanfaatan situation room sebagai ruang monitor dan kontrol terpadu, pemanfaatan big data guna pendataan masyarakat miskin agar dapat ditangani secara tepat sasaran," tandasnya.
(akn/prf)

Mau Jago IT?

Create Account



Log In Your Account